Adventure Traveling

Watu Pinabetengan, Batu Kebijaksanaan Beberapa Tetua Adat

Watu Pinawetengan

Ingin mengetahui cerita histori dan asal muasal daerah Minahasa? Datanglah ke lokasi wisata historis, Watu Pinabetengan.

Dengan etimologi, Watu Pinabetengan bermakna Batu Tempat Pembagian. Legenda yang dikisahkan dengan turun temurun yaitu dahulu, jauh sebelumnya th. Masehi berjalan, para tetua di semua daerah Minahasa berkumpul ditempat ini. Mereka membuat perjanjian serta membagi Minahasa jadi sebagian suku bangsa. Suku bangsa itu diantaranya Tombulu, Tonsea, Tolowur, Pasan, Tonsawang, Ponosakan, Tontemboan, Siaoserta Bantik. Tempat pembagian lokasi itu berbentuk batu besar yang berupa seperti orang yang membungkuk.

Watu Pinawetengan

Ada pula yang menyebutkan batu itu mempunyai bentuk seperti peta Minahasa serta adalah representasi semua lokasi Minahasa. Banyak ukiran yang tergesek di batu itu. Disangka, goresan-goresan itu adalah hasil perjanjian saat beberapa tetua tengah merundingkan suatu hal. Terkecuali dipakaiuntuk membagi daerah, Watu Pinabetengan itu jadi tempat perundingan waktu berlangsung problem. Satu diantara cerita yang hidup dari Watu Pinabetengan ini, perang Permesta selesai sesudah beberapa tetua adat membuat pertemuan serta mengambil keputusan mengehentikan perang itu dengan magis. Memanglah berkesantidak masuk akal, tapi, legenda itu buat Watu Pinabetengan ini jadi satu diantara tujuan wisata historis yang butuh dikunjungi.

Watu Pinabetengan terdapat di Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Anda bisa meniti tempat itu dengan memakai transportasi darat. Perjalanan yang ditempuh menelan saat sekitaran 2-3 jam dari pusat kota Manado. Tetapi, begitu dianjurkan untuk pergi dengan kenalan maupun tur guide karna untuk menjangkau Watu Pinabetengan cukup susah. Jalan menuju lokasi Watu Pinabetengan agak berliku-liku serta sempit. Akses hanya satu menuju ke sana berbentuk jalan kecil yang sempit serta cuma dapat dilewati oleh satu mobil. Sudah pasti, bila dua mobil sama-sama berjumpa juga akan sangat susah untuk masuk. Terkecuali jalan yang kecil, keadaan jalan yang belum juga diaspal juga membuat medan merasa lebih berat. Tapi, sesampainya di sana, Anda juga akan disuguhi pemandangan alam serta wisata historis yang mungkin saja takkan terlupakan. Udara di lokasi itu dingin karna memanglah Watu Pinabetengan ada di lokasi pegunungan. Di sekitar tempat ini ada hotel untuk beberapa wisatawan yang menginginkan menginap di sana. Harga nya lumayan murah, yakni sekitaran Rp300. 000, 00 semalam. Meski begitu, lokasi ini termasuk begitu sepi serta jauh dari masyarakat. Watu Pinabetengan terproteksi oleh bangunan yang mirip gazebo. Atapnya dipenuhi oleh sarang kelelawar. Disangka, saat malam hari, atap dari pelindung Watu Pinabetengan jadi habitat beberapa hewan bersayap itu. Watu Pinabetengan memiliki ukuran sangat besar. Anda juga dapat dengan segera masuk ke gazebo itu bahkan juga menyentuh batu itu. Tak ada pantangan yang serius di lokasi itu. Cuma saja, Anda mesti tetaplah menjaga tingkah laku supaya sopan serta patuh pada ketentuan yang ada seperti tidaklah terlalu buat kegaduhan maupun mengotorinya. Walau Watu Pinabetengan saat ini berpindah peranan jadi daerah wisata, Batu ini tetaplah dipandang sakral oleh orang-orang Minahasa. Tidak heran bila pada tanggal-tanggal spesifik masih tetap ada perayaan-perayaan kebiasaan yang diselenggarakan di sini.

Perayaan ada yang umumnya dikerjakan yaitu jadi perkataan sukur untuk leluhur karna hasil panen yang baik, atau mendoakan daerah Minahasa bila tertimpa musibah. Anda tertarik dengan wisata historis ini? Silakan bertandang ke sini, khususnya sekitaran awal Januari, karna umumnya orang-orang setempat juga akan mengadakan upacara adat jadi rasa sukur serta memohon penyertaan untuk th. yang baru.

Selamat bertualang!

You Might Also Like