Adventure Traveling

Waruga: Pemakaman yang Tersohor di Nyiur Melambai

Waruga Sawangan Sulawesi Utara

Waruga: Pemakaman yang Tersohor di Nyiur Melambai

Terkecuali sediakan keindahan pegunungan serta laut yang indah, Sulawesi Utara juga sediakan obyek wisata makam tradisionil. Makam beberapa leluhur orang Sulut terutama daerah Minahasa di kenal dengan nama Waruga. Waruga adalah peti mati yang terbuat dari batu. Mayat juga akan didudukkan kedalam batu itu diatas satu piring besar. Tempat mayat yang dikuburkan didalam Waruga itu menghadap ke utara, serta didudukkan dan muka diarahkan melekat di lutut. Dari catatan histori, arah utara mengisyaratkan kalau orang yang wafat itu adalah sisi dari orang-orang Minahasa Utara. Kebudayaan menguburkan orang mati dengan waruga tidak dapat berlanjut sejak jaman penjajahan. Beberapa penjajah melaran waruga untuk hindari diri dari penyakit seperti kolera serta tipus. Diluar itu, agama Nasrani yang begitu berkembang cepat di Minahasa juga melarang pemakaian waruga, karna orang yang telah wafat harus dikuburkan didalam tanah.

Waruga Pemakaman

Secara fisik, waruga mempunyai tinggi lebih kurang 1,5 mtr. lebih. Waruga terbagi dalam tubuh waruga serta tutup (cungkup waruga) yang kesemuanya itu terbuat dari batu. Waruga mempunyai tutup (cungkup) dari batu yang mirip atas kepundan (atap tempat tinggal). Di tutup waruga itu juga dituliskan th. matinya si jenazah. Ada juga yang menuliskan dengan komplit tanggal, bln. serta th. meninggal dunianya. Sedang, tubuh Waruga dihiasi dengan juga beragam lambang serta gambar yang menyaratkan suatu hal. Tak tahu tingkah laku atau pekerjaan semasa si jenazah itu hidup. Terkecuali gambar orang, ada juga corak-corak yang lain yang digambarkan disitu seperti gambar matahari, bln., permata, serta berabgai simbol yang lain. Kesemua lambang serta gambar itu jadi doa yang disampaikan serta dipercayai keluarga supaya arwah tenang di kehidupan setelah itu.

Bersamaan perubahan saat, sebagian waruga sudah dipindahkan ke beragam museum yang menyebar di Minahasa hingga diinginkan lebih maksimal dalam pemeliharaannya. Satu diantaranya waruga yang tersimpan di museum purbakala di pusat kota Manado (di belakang kompleks persekolahan Katolik Don Bosco Manado). Tetapi, bila Anda menginginkan berkunjung ke kompleks pemakaman tradisionil yang masih tetap ada waruganya, silakan ke Desa Sawangan, Air Madidi di Minahasa Utara. Di Desa Sawangan ini populer dengan kompleks Pemakaman Waruga atau lebih di kenal dengan Taman Purbakala Waruga. Kompleks ini senantiasa dirawat berdasar pada keyakinan kebiasaan oleh beberapa tetua kebiasaan serta orang-orang setempat. Dari jaman penjajahan hingga sekarang ini, banyak tokoh perlu serta wisatawan dari dalam sampai luar negeri yang bertandang ke kompleks ini.

Desa Sawangan ada di Minahasa Utara. Jadi wisatawan, agak sulit untuk menjangkau desa ini terutama hingga sekarang ini belumlah ada transportasi spesial untuk beberapa wisatawan yang menginginkan bertandang kesana. Supaya tidak tersesat, baiknya Anda ditemani oleh pemandu maupun rekanan yang mengetahui daerah itu. Untuk masuk ke kompleks waruga, Anda juga akan dipakai charge sebesar Rp1000,00 – Rp2000,00 jadi cost perawatan.

Siapkah Anda menelusuri pemakaman purbakala?

You Might Also Like