Adventure Food Traveling

Taman Bungkul: Sarana Wisata Religi dan Rekreasi Keluarga

taman-bungkul-surabayago

Taman Bungkul: Sarana Wisata Religi dan Rekreasi Keluarga

Menjelang hari Lebaran, banyak beberapa wisatawan yang lakukan wisata religi terlebih di makam beberapa Wali Songo yang di kenal dengan sembilan sunan. Demikian halnya di Kota Pahlawan, Surabaya, yang populer dengan wisata religi Ampel. Banyak beberapa wisatawan yang bersama-sama berkunjung ke wisata religi yang terdapat di sekitaran Jalan K. H Mansyur, Surabaya ini. Sesudah senang dengan wisata religi Ampel, beberapa wisatawan terutama beberapa wisatawan lokal tidak ingin ketinggal untuk lakukan wisata religi ke Taman Bungkul. Satu diantara sisi dari Taman Bungkul adalah makam dari Sunan Bungkul. Tetapi, siapa Sunan Bungkul itu?

Taman_Bungkul_Surabaya_(1)

Tak ada narasi yang tentu siapa Sunan Bungkul ini. Hadirnya Sunan ini hanya narasi turun temurun serta jadi narasi rakyat. Satu diantara versi menyebutkan Sunan Bungkul mempunyai nama asli Empu Supa lalu dimaksud Ki Ageng Bungkul, seseorang pembuat keris dari Tuban. Ada pula versi yang menyebutkan ia hidup pada saat kerajaan Majapahit (Sekitaran era 15) jadi seseorang cendikiawan dalam orang-orang. Ada juga versi yang menyebutkan kalau ia yaitu kepala desa Bungkul. Awal mulanya ia beragama Hindu, tetapi sesudah agama Islam menyebar di Pulau Jawa terutama di daerah Jawa Timur, Sang Sunan juga bertukar jadi seseorang muslim. Saat perubahan kepercayaannya, Ki Ageng Bungkul bertukar nama jadi K. A Machmudin (akronim dari K serta A pada nama Sunan Bungkul tidak mempunyai makna yang pasti). Dari beragam sumber yang ada, Sang Sunan diprediksikan hidup pada jaman Sunan Ampel. Bukan sekedar itu saja, Sunan Bungkul mempunyai jalinan erat dengan Sunan Ampel. Eratnya jalinan ke-2 Sunan itu juga diperkuat dengan Sunan Ampel jadi mertua dengan Sunan Bungkul. Keeratan jalinan ini juga jadi satu diantara aspek kunci penebaran agama Islam jadi lebih cepat menebar di Surabaya.

Hingga sekarang ini, narasi detail mengenai kehidupan Sang Sunan masih tetap menaruh beribu misteri. Masyarakat setempat yakin, Sang Sunan wafat pada tanggal 14 Syawal. Terkecuali hari besar dalam agama Islam, setiap tanggal itu beberapa orang juga akan berziarah ke makamnya. Makam Sunan Bungkul ada di daerah Jl. Raya Darmo (depan Tempat tinggal Sakit Darmo), satu diantara jalan arteri di Surabaya terutama di Taman Bungkul. Taman Bungkul jadi satu diantara taman paling besar di Kota Surabaya yang seringkali jadikan tempat untuk membuat acara. Umumnya acara yang diadakan seperti donor darah massal, pentas budaya, sampai pusat car free day yang dikerjakan setiap Hari Minggu pagi.

Perkembangan kota Surabaya akan tidak mengaburkan legenda serta narasi mengenai Sunan Bungkul yang seolah hidup serta tetap dijaga oleh warga Surabaya. Hal semacam ini diperlihatkan dengan adanya banyak wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Bungkul ketika perayaan hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri ini. Situasi yang berada di Taman Bungkul juga membawa kesan sendiri untuk Anda yang menginginkan berziarah sekalian nikmati keindahan satu diantara taman Kota Surabaya ini. Jadi daerah wisata Bila Anda datang di taman Bungkul saat pagi hari, silakan menjajal jogging trek yang berdiameter sekitaran 33 mtr.. Anak-anak juga juga akan dimanjakan dengan beragam permainan seperti papan luncur. Beragam pohon-pohon teduh siap jadi penyejuk dibarengi juga beragam pilihan jajanan ciri khas ataupun makanan berat seperti bakso, soto, sate dsb. Taman Bungkul bisa jadi satu diantara pilihan menarik untuk Anda untuk berziarah ataupun berekreasi dengan keluarga terkasih.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply