Uncategorized

Klenteng Ban Hin Kiong : Dari Saksi Histori Sampai Wisata Religi

Klenteng Ban Hin Kiong : Dari Saksi Histori Sampai Wisata Religi

Klenteng Ban Hin Kiong : Dari Saksi Histori Sampai Wisata Religi

Perayaan Cap Go Meh di tanah Jawa lebih di kenal dengan memakan menu paling utama, Lontong Cap Go Meh dan berdoa di klenteng. Perayaan Cap Go Meh adalah satu diantara perayaan keagaaman Kong Hu Cu. Di Sulawesi Utara, persisnya Manado, perayaan yang dirayakan sesudah 14 hari th. baru Imlek diadakan lebih meriah.

Klenteng Ban Hin Kiong : Dari Saksi Histori Sampai Wisata Religi

Mengenai moment yang diadakan jadi perayaan Cap Go Meh di Manado di kenal dengan nama Ta Pi Kong. Perayaan ini diakui jadi perayaan mengenai rasa sukur manusia pada dewa-dewi keyakinan Kong Hu Cu dan pada beberapa leluhur. Jadi bentuk riil penyertaan dewa-dewi dan leluhur, Mereka juga menegur manusia dengan segera. Umumnya juga akan diselenggarakan parade besar yang menghadirkan beragam atraksi serta pagelaran tradisionil Kong Hu Cu serta Buddha sesudah beragam ritual perayaan Cap Go Meh dikerjakan. Parade ini disemarakkan oleh arak-arakan berbentuk mobil yang dihias ala tempat Dewa-Dewi serta leluhur, parade liong serta barongsai dan sebagian kebiasaan ciri khas Sulut tersebut seperti Tari Cakalele serta Musik Bambu.

Klenteng Ban Hin Kiong : Dari Saksi Histori Sampai Wisata Religi

Pusat perayaan Cap Go Meh di Manado ada di sekitaran Kampung Cina di kecamatan Wenang atau sekitaran 10 menit dari pusat kota Manado. Klenteng paling utama sebagai inti dari perayaan itu yaitu Klenteng Ban Hin Kiong. Sesudah gagasan parade besar juga akan dikerjakan, arak-arakan besar dari semua penjuru klenteng serta vihara yang berada di Sulawesi Utara bahkan juga di luar Sulut juga akan berkumpul di Klenteng ini.

Sarapan Pagi di Wakeke, Manado Yuk!
Tingginya Solidaritas Antar Umat Beragama Yang Ditunjukkan Di Bukit Kasih

Tapi, bila Anda tidak memiliki kesempatan untuk datang pas waktu perayaan ini, janganlah kecewa. Anda bisa berkunjung ke Klenteng Ban Hin Kiong. Klenteng Ban Hin Kiong bukan sekedar jadi pusat tempat beribadah untuk umat Buddha serta Kong Hu Cu namun juga sudah jadikan satu diantara obyek wisata religi. Klenteng Ban Hin Kiong bukan sekedar paling besar tapi adalah Klenteng tertua di Manado. Anda dengan gampang dapat temukan Klenteng ini karna ada pas di dalam jalan arteri Kampung Cina, yakni di Jalan Panjaitan.

Klenteng yang didominasi dengan warna merah keemasan ini menaruh demikian banyak histori. Klenteng yang konon sudah mendatangkan beragam mukjizat ini sudah dibuat sejak th. 1800an serta sudah jadi saksi bisu sebagian peperangan melawan penjajah ataupun peristiwa Permesta. Satu diantara mukjizat yang dipercayai orang-orang Manado mengenai Klenteng ini yaitu ketika perang melawan penjajah, Klenteng ini tidak alami rusaknya sedikit juga walau bangunan sekitaran luluh lantah terserang bom. Diluar itu juga, waktu musibah banjir besar menyerang Manado serta sekelilingnya (sekitaran th. 1930an), Klenteng Ban Hin Kiong jadi satu diantara tempat yg tidak kemasukkan air.

Didalam klenteng ini juga ada beragam arca yang begitu tua serta seringkali dipakai jadi fasilitas peribadatan untuk golongan Tridharma. Menariknya, bukan sekedar unsur keagamaan yang ada Klenteng besar ini. ada juga dua buah meriam peninggalan Belanda yang ada di satu diantara pojok Klenteng serta bahkan juga bertuliskan VOS (kongsi dagang bentukan pemerintahan Hindia Belanda).

Walau Anda dapat dengan gampang temukan serta masuk ke Klenteng ini, tetaplah melindungi sikap serta ikut melestarikan satu diantara wisata yang begitu perlu untuk Indonesia ini. Bila Anda bertandang ke Manado, janganlah lupa untuk pergi ke daerah Kampung Cina untuk nikmati bermacam kebudayaan serta wisata termasuk juga ke Klenteng Ban Hin Kiong ini. Selamat coba!